GoBiz logo Daftar Login

Pusat Pengetahuan

5 Pilihan Lokasi Usaha Kuliner yang Strategis

Pernah mendengar atau membaca ungkapan “lokasi menentukan prestasi”? Hal tersebut tidak hanya berlaku di bangku sekolah, tapi juga usaha kuliner. Dengan mendirikan usaha kuliner di lokasi yang tepat, maka peluang untuk meraup keuntungan juga akan lebih besar. 

Dalam memilih tempat usaha kuliner yang strategis, beberapa aspek penting yang perlu dipertimbangkan adalah akses lokasi, tingkat kepadatan penduduk di sekitar lokasi, tingkat pendapatan masyarakat sekitar, hingga keamanan dan perizinan.

Berdasarkan aspek-aspek tersebut, ada sejumlah lokasi kuliner yang dinilai strategis oleh para pemilik usaha, mulai dari area depan minimarket, area sekolah, perkantoran, stasiun, hingga mal. 

Sedang memilih tempat usaha kuliner?

Beberapa dari Anda mungkin sudah melirik lokasi-lokasi tersebut, tetapi masih ragu untuk mengambil keputusan. Berikut penjelasan masing-masing lokasi untuk membantu Anda melakukan pertimbangan dalam memilih tempat usaha kuliner yang strategis.

1. Depan minimarket

Salah satu keuntungan memilih tempat usaha kuliner di depan minimarket adalah tidak ada risiko kena gusur. Selama minimarket telah mengantongi izin resmi, Anda tidak perlu lagi mengurus izin untuk pemakaian tempat karena sudah ikut dengan izin minimarket tersebut. Selain itu, umumnya harga sewa tempat di depan minimarket pun relatif terjangkau, sekitar Rp200,000 sampai Rp500,000, tergantung daerahnya.

Terkait syarat berjualan, tiap minimarket punya ketentuan masing-masing. Namun, biasanya persyaratan umum yang harus diikuti adalah: usaha Anda tidak menjual produk yang sama dengan yang dijual di minimarket, jam operasional usaha mengikuti minimarket, maksimal luas dagang area sekitar 2×3 meter persegi, dan biasanya tidak diperbolehkan mendirikan usaha kuliner berkonsep makan di tempat (dine- in) karena bisa memakan space lebih banyak.

2. Buka booth di Mal

Jika dibandingkan dengan area depan minimarket, harga sewa kios di mal memang cenderung lebih mahal. Belum lagi persaingan yang cukup ketat mengingat hampir semua produk makanan ada di sana. Walaupun begitu, memilih tempat usaha kuliner strategis di mal juga memiliki keuntungan tersendiri.

Banyaknya pengunjung mal memberikan peluang penjualan yang tinggi. Keamanan pun terjamin, begitu juga dengan energi listrik dan air. Selain itu, sistem kerjasamanya juga idealnya lebih profesional.

Apabila tertarik memilih tempat usaha kuliner di mal, Anda biasanya diminta untuk memberikan proposal pengajuan. Dari proposal inilah pihak mal akan menilai apakah produk kuliner Anda diizinkan untuk dijual di mal tersebut atau tidak.

Pihak mal juga akan menginformasikan apakah lokasi yang Anda inginkan masih tersedia atau sudah dipakai. Pastikan juga Anda mempelajari kebijakan mal sebelum resmi menyewa kios di sana.

3. Dekat sekolah atau kampus

Selama usaha kuliner Anda menawarkan harga yang terjangkau, memilih tempat usaha kuliner di dekat sekolah atau kampus akan memberi peluang bagus. Umumnya, murid dan mahasiswa memiliki keuangan terbatas sehingga mereka mencari kuliner yang murah, terutama anak kos. 

Banyak jenis usaha kuliner yang bisa dijajal, contohnya warung makan, franchise es kopi, atau jual jajanan.

Namun, biasanya kebanyakan sekolah atau kampus, terutama yang terkenal, berada di jalan besar yang dimiliki oleh pemerintah. Jadi, proses perizinannya mungkin akan membutuhkan waktu. 

Kecuali jika Anda membuka usaha kuliner di halaman minimarket yang lokasinya dekat dengan sekolah atau kampus, maka biasanya perizinannya sudah ikut dengan minimarket tersebut.

4. Dekat area perkantoran

Selain area sekolah atau kampus, Anda juga bisa memilih tempat usaha kuliner di dekat area perkantoran seperti Sudirman Central Business District (SCBD) di Jakarta. Banyaknya karyawan yang membutuhkan asupan makanan tentu memberikan peluang bagus untuk membuka usaha kuliner. 

Sesuaikan saja jenis usaha Anda dengan target konsumen. Misalnya, jika target konsumennya adalah buruh pabrik, maka membuka usaha warteg merupakan pilihan yang lebih tepat.

Sedangkan, jika target konsumennya adalah karyawan eksekutif muda dari kalangan menengah ke atas, Anda bisa mendirikan kantin bergaya modern. Pastikan saja Anda sudah melakukan survei tempat sebelumnya. 

Terkadang ada pengelola gedung perkantoran yang terkesan mempersulit izin dagang. Mereka cenderung mendahulukan orang terdekat mereka. Kuncinya adalah bernegosiasi, tunjukkan bahwa produk kuliner Anda memiliki kualitas yang oke.

5. Stasiun MRT

Memilih tempat usaha kuliner di stasiun MRT juga layak Anda pertimbangkan. Per September 2019 lalu, jumlah pengguna MRT di Jakarta sudah mencapai lebih dari 14 juta. Artinya, Anda punya peluang menghasilkan penjualan yang besar. 

Kabar baiknya, PT MRT Jakarta pun secara khusus menyediakan sekitar 16 gerai bagi UMKM untuk menjalankan usahanya. Ukuran gerainya adalah 4×2 meter persegi, dengan harga sewa per bulan sekitar Rp1,3 juta.

Nah, mengingat pengguna MRT yang biasanya cenderung buru-buru karena harus mengejar kereta, kemungkinan mereka tidak punya banyak waktu untuk makan di tempat. 

Karenanya, Anda bisa menjual makanan atau minuman yang praktis dan bersifat on-the-go. Misalnya seperti es kopi, jus buah, dim sum, gorengan, atau nasi bungkus yang bisa dimakan di destinasi akhir nanti.

Agar produk makanan atau minuman yang Anda jual bisa laku, memilih tempat usaha kuliner sangat penting untuk dilakukan. Kelima pilihan lokasi di atas bisa Anda pertimbangkan untuk menjalankan usaha kuliner. Semoga usaha kuliner Anda bisa mendapatkan penjualan yang tinggi, ya!

Read more about:

Artikel Terkait

16 Ide Usaha Jualan Online Yang Banyak Dicari Pembeli

Tidak semua orang punya modal dan niat yang cukup untuk membuka bisnis sendiri. Ada selengkapnya

7 Inspirasi Usaha Kuliner Home Industri Modal Kecil

Memulai usaha kuliner dengan menjalankan usaha rumahan atau home industri bisa jadi selengkapnya