GoBiz logo Daftar Login

Pusat Pengetahuan

Penjelasan Lengkap Tentang Laporan Posisi Keuangan

Sebagai pelaku usaha, perlukah Anda menyusun laporan posisi keuangan? Meski bukan sebuah keharusan, tapi dengan laporan ini, Anda akan lebih mudah memantau dan mengontrol kondisi keuangan usaha.

Menyusun laporan keuangan juga akan mengurangi risiko pengeluaran berlebih. Lalu, apa saja yang harus ada dalam laporan posisi keuangan? Mari simak penjelasannya berikut ini.

Baca juga: 7 Fungsi Laporan Keuangan untuk Usaha Anda


Apa itu Laporan Posisi Keuangan?

Finance. Accounting documents on the table

Laporan posisi keuangan sendiri berisi informasi mengenai kondisi modal, harta, dan kewajiban yang Anda miliki pada periode waktu tertentu. Misalnya, kondisi modal, harta, dan kewajiban per bulan Desember 2021 atau per kuartal II tahun 2021.


Pentingnya Laporan Posisi Keuangan untuk Usaha

Image of workplace with electronic document, cup and eyeglasses on it

Dengan rutin menyusun laporan, kondisi keuangan usaha Anda bisa diketahui dengan mudah. Saat kondisi keuangan selalu terpantau, maka segala keputusan bisnis bisa diambil dengan cepat.

Misalnya, warung makan Anda selalu ramai pengunjung dalam waktu setahun terakhir ini. Anda pun berminat untuk mengembangkan usaha dengan membuka cabang. Setelah melihat laporan posisi keuangan, ternyata semua kewajiban utang telah dilunasi dan Anda punya harta yang cukup untuk membuka cabang. Maka, rencana untuk membuka cabang baru pun bisa dijalankan.

Baca juga: Apa Itu Laporan Kegiatan Usaha: Pengertian, Manfaat, dan Struktur


Komponen Laporan Posisi Keuangan

Analisis Laporan Keuangan: Tujuan, Manfaat, dan Metode - laporan posisin keuangan

Apa saja komponen yang harus ada pada laporan posisi keuangan? Pada dasarnya, laporan keuangan jenis ini harus memuat informasi tentang harta, utang, serta modal yang dimiliki usaha Anda. Berikut penjelasan detailnya.

1. Aset

Aset adalah segala kekayaan yang dimiliki perusahaan, seperti dana kas, piutang, persediaan usaha, serta biaya yang dikeluarkan di muka. Mesin produksi yang dimiliki untuk keperluan usaha pun termasuk sebagai aset dan disebut sebagai aset tetap.

Bagaimana cara mencatat aset tetap berupa mesin produksi? Selain menghitung biaya pembelian aset, Anda juga harus memperhitungkan biaya penyusutan serta masa manfaatnya. Hasil akhir penghitungan ini akan memunculkan nilai buku aset. Untuk lebih memahami nilai buku aset, mari simak contoh berikut ini:

Katakanlah Anda punya sebuah blender yang dibeli dengan harga Rp2.000.000. Mesin tersebut punya masa manfaat 4 tahun dan nilai sisa mesin adalah Rp200.000. Maka, nilai bukunya pada tahun kedua penggunaan adalah sebesar?

Biaya Penyusutan per tahun = (Biaya Aset – Nilai Aset)/Umur Manfaat

= (Rp2.000.000 – Rp200.000)/4 = Rp450.000

Jadi, bisa diketahui bahwa biaya penyusutan blender per tahunnya adalah Rp450.000. Maka, pencatatan blender di tahun kedua adalah:

Biaya Aset Awal – (Biaya Penyusutan*2)

= Rp2.000.000 – (Rp450.000*2)

= Rp2.000.000 – Rp900.000

= Rp1.100.000

Maka, dalam laporan keuangan tahun kedua, nilai blender yang tercantum pada pos aset adalah Rp1.100.000.

2. Liabilitas

Liabilitas merupakan segala hal yang wajib dibayarkan oleh pelaku usaha, baik dalam jangka pendek maupun panjang. Beberapa contoh liabilitas adalah utang kepada pihak lain atau pendapatan yang sudah diterima di muka.

3. Ekuitas

Komponen terakhir adalah ekuitas. Ekuitas sendiri adalah modal yang digunakan untuk menjalankan kegiatan usaha. Apa contoh ekuitas? Modal yang disetorkan saat Anda memulai usaha adalah contoh ekuitas yang paling sederhana.

Baca juga: Cara Membaca Laporan Keuangan Neraca dan Bedanya dari Laporan Arus Kas


Jenis Laporan Posisi Keuangan

Untuk menyusun laporan posisi keuangan, Anda bisa memilih salah satu dari dua format yang tersedia, yaitu format staffel dan skontro. Penjelasan mengenai kedua format laporan bisa disimak di bawah ini:

1. Staffel

Format staffel disajikan dalam bentuk vertikal. Tiap komponen laporan akan disajikan dalam baris-baris yang berurutan. Pos aset akan diletakkan paling atas, kemudian diikuti pos liabilitas dan terakhir pos ekuitas.

2. Skontro

Selain format staffel, ada juga format skontro. Jika staffel berbentuk vertikal, maka skontro berbentuk horizontal. Artinya, tiap komponen yang telah disebutkan di atas, disajikan secara berdampingan.

Sisi kiri digunakan untuk menyajikan komponen harta atau aset. Sedangkan, sisi kanan digunakan untuk menyajikan komponen liabilitas serta ekuitas yang dijadikan satu. Hal ini mengikuti prinsip dasar akuntansi, yaitu Aset = Liabilitas + Ekuitas.

Semoga penjelasan mengenai laporan posisi keuangan ini bisa membantu Anda dalam mengatur pembukuan usaha, ya. Jangan lupa juga untuk menyusun laporan arus kas secara teratur. Laporan arus kas adalah laporan yang mencatat segala pemasukan dan pengeluaran usaha.

Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan, Anda bisa manfaatkan GoBiz, Super App dari Gojek yang dilengkapi fitur pencatatan penjualan secara otomatis melalui GoKasir. Klik di sini untuk tahu lebih banyak tentang GoBiz!

Apakah artikel ini bermanfaat?

Read more about:

Artikel Terkait

Modal Usaha adalah Fondasi Awal Bisnis. Ini 8 Cara Mendapatkannya

Mendapatkan modal usaha adalah hal penting bagi calon pengusaha. Di tengah keadaan selengkapnya

Indikator Kepuasan Pelanggan, Ada 5 Hal yang Perlu Diketahui

Indikator kepuasan pelanggan adalah ukuran yang digunakan untuk mengetahui puas atau selengkapnya