GoBiz logo Daftar Login

Pusat Pengetahuan

Kisah Sukses Pancong Ruang Rasa: Inovasi Jajanan Pasar

Kisah Sukses Pancong Ruang Rasa: Saat Jajanan Pasar Membawa Nostalgia – Jaman sekarang, para pecinta jajan sudah sangat dimanjakan dengan banyaknya pilihan. Mulai dari jajanan bermacam-macam cita rasa, hingga yang berasal dari berbagai penjuru dunia.

Tapi di tengah gempuran jajanan “kekinian”, berbagai jajanan tradisional Indonesia pun kembali menjadi bintang di kalangan food lovers, salah satunya kue pancong.

Meski terkesan jadul, menjajakan kue pancong cukup menarik untuk para pengusaha makanan, itulah yang dilihat oleh Lathiful Amri sebagai pemilik Pancong Ruang Rasa.

Padahal Amri sendiri sudah memiliki usaha yang jauh dari perkulineran, yaitu agen tour & travel. Tidak tertebak, kan?

Nah, penasaran kan bagaimana Amri kisah sukses Pancong Ruang Rasa yang tiba-tiba diminati oleh banyak foodies?

Yuk, simak perjalanan usahanya di bawah ini, barangkali bisa jadi inspirasi dan motivasi untuk Anda yang ingin memulai usaha kuliner jajanan tradisional!


Awal Kisah Sukses Pancong Ruang Rasa

Kisah Sukses Pancong Ruang Rasa

Sebagai pengusaha tour & travel di Jakarta, tak pernah terbersit di benak Amri tentang masak-memasak dan menyajikan pancong aneka rasa di warung kopi miliknya untuk para pelanggan. Amri melihat ini sebagai ladang basah untuk dijadikan usaha sampingan, walaupun tidak pernah mendalami apapun soal F&B, Amri nekat terjun memulai usaha kulinernya.

“Saya mendirikan Pancong Ruang Rasa itu sebenarnya hanya untuk penghasilan tambahan, ya, karena saya usaha tour & travel di Jakarta,” bukanya.

“Sebenarnya saya tidak punya basic di F&B, masak nggak ngerti, tapi kalau business analyst, product development, saya ngerti. Saya nggak punya experience untuk masak sesuatu yang enak aja. Jadi saya panggil orang yang bisa masak, untuk ngajarin dan bantu untuk develop produknya,” tambah Amri.

Demi menggeluti bisnis barunya itu, Amri menutup usaha tour & travel yang dimiliki, tepat sebelum pandemi agar lebih fokus dengan usaha barunya ini.

Sebagai pemilik usaha, Amri juga terjun langsung di berbagai proses yang ada. Mulai dari membangun suasana tempat, memikirkan menu apa yang akan jadi andalan, juga menyusun berbagai strategi yang dibutuhkan untuk menjalankan usaha dengan lancar.

Salah satu strategi yang dijalankan adalah menjual menu yang berbeda dari apa yang sering disajikan di warung kopi pada umumnya, yaitu kue pancong.

“Saya memutuskan untuk mencari menu yang bisa jadi jagoan kami. Setelah satu bulan saya develop, akhirnya saya punya produk khusus yaitu kue pancong. Kenapa pilih pancong? Karena yang saya lihat, di Depok ini banyak peminatnya, jadi sesuai kemauan pasar,” kata Amri.

Tanpa memakan waktu lama, warkop pancongnya pun terdengar di mana-mana.


Adaptasi Pancong Ruang Rasa di Segala Situasi dan Kondisi

Walaupun model usaha yang dijalankan oleh Amri sudah berubah, ada satu hal yang sangat dipahami olehnya, yaitu menyesuaikan sistem yang ada dengan tren.

Amri menjelaskan, bahkan usaha kecil miliknya pun mengalami perubahan sistem transaksi yang cukup fluktuatif. Pada awal berdiri, transaksi terdiri dari 40% pemesanan online dan 60% dine-in. Namun, saat pandemi hadir transaksi berubah menjadi 80%-90% transaksi online, hingga sekarang stabil di 40% dine-in dan 60% online.

Inovasi demi inovasi Amri lakukan agar tetap bertahan di tengah banyaknya tantangan yang menerpa. Mulai dari memperbanyak varian menu yang ditawarkan, mengatur kembali jam operasional untuk menghindari biaya operasional yang tidak perlu. Ia juga mengatur jumlah karyawan untuk perampingan.

Amri dan tim selalu menyiapkan berbagai strategi promosi yang sesuai dengan kondisi pasar. Misalnya, memberikan kupon dine-in untuk promosi toko baru, dan mengalihkan promosi ke online untuk probabilitas menarik pelanggan lebih banyak.

Amri juga menjelaskan, selama menjalankan usahanya, ada hal lain yang dicari selain keuntungan, yaitu social impact. Karena menurutnya, secara personal dia ingin membantu para karyawannya dalam jangka panjang. Selain itu Amri juga aktif menjadi ketua GoFood Depok juga menjadi mentor untuk KOMPAG.

“Dengan saya buka outlet, saya buka lapangan kerja, Insha Allah semakin saya bukakan lapangan kerja buat orang. Rezeki kita juga terbuka. Jadi sebenarnya banyak yang saya capai selain uang. Goal terbesar saya itu, karyawan saya minimal punya usaha, mereka berkarir itu nggak hanya di Ruang Rasa. Mumpung di sini, pelajari apa-apa yang bisa diserap, misalkan public speaking, cara emotional question, marketing strategy, kemudian branding,” jelasnya panjang lebar.

Baca juga: Rahasia Pancong Ruang Rasa Melewati Masa Pandemi


Pembayaran Digital Bikin Dagangan Makin Laris

kisah-sukses-pancong-ruang-rasa

Setelah melewati berbagai cobaan di perjalanan usahanya, Amri sekarang sudah menguasai berbagai hal tentang usaha F&B yang dijalaninya. Ternyata banyak solusi yang bisa ia aplikasikan ke berbagai rintangan.

Salah satunya dengan bergabung menjadi mitra GoPay, dan memberikan opsi pembayaran cashless untuk memudahkan banyak pelanggan.

“Banyak sekali fitur yang memudahkan dari GoPay, salah satunya pembayaran cashless. Di sisi kemitraan, kami lebih mudah dalam pembukuan. Kemudian tidak ribet soal kembalian, pengecekan lebih mudah, bisa melihat pola-pola pembayaran pelanggan juga, dan daya belinya. Sedangkan dari sisi pelanggan, mereka bisa mendapatkan cashback, promo. Mereka tidak perlu ke ATM karena semuanya serba cashless, jadi benar-benar membantu banget,” jelas Amri

Kemudahan-kemudahan yang didapatkan membawa banyak perubahan di Pancong Ruang Rasa, yaitu kenaikan omzet yang sedikit banyaknya terpengaruh pembayaran yang tidak membebani pelanggan untuk harus memiliki uang tunai.

Selain itu, kemudahan-kemudahan yang bisa didapatkan dari menjadi merchant GoPay adalah:

1. Proses Transaksi yang Lebih Efisien

Transaksi menggunakan GoPay sangat efisien bagi pelanggan dan karyawan. Semua pembayaran langsung tercatat otomatis, tidak repot bertukar uang tunai ataupun menyediakan kembalian.

2. Laporan Transaksi Tercatat Otomatis

Amri merasa sangat terbantu dalam pencatatan pemasukan. Semua transaksi langsung terkumpul dan masuk ke email secara otomatis setiap harinya, menghindari kesalahan-kesalahan sistematis dari human error.

3. Banyak Promo dan Pemasaran Lebih Luas

Di zaman sekarang yang serba non-tunai, banyak orang yang memang merasa lebih nyaman menggunakan layanan tersebut. Terlebih, banyak sekali promo-promo menarik yang ditawarkan mulai dari cashback, hingga potongan harga yang sangat menguntungkan.

Amri juga menambahkan agar menjadi pengusaha yang terus berkembang, jangan pernah menutup diri dari pembelajaran-pembelajaran baru. Tidak hanya dari motivator-motivator terkenal atau rekan-rekan usaha yang sudah besar, tapi juga hal-hal sederhana dari tim sendiri, para pemasok, mitra usaha, dan teman-teman pengusaha kecil lainnya, atau bahkan dari pengalaman sendiri.

Bagaimana? Apakah Anda sudah mantap memulai usaha kuliner Anda? Jangan lupa untuk bergabung Daftar GoPay ya!

Semoga usaha Anda menemukan awal mula yang cemerlang bersama GoPay!

Apakah artikel ini bermanfaat?

Read more about:

Artikel Terkait

Pelaku Usaha Kuliner Wajib Gunakan Bahan Dasar Makanan yang Aman dan Berkualitas, Bagi yang Melanggar Ada Hukumannya!

Memastikan keamanan bahan makanan (food safety) merupakan salah satu kunci dalam meraih selengkapnya

Tips Menjadi UMKM yang Cakap Digital dan Paham Pelindungan Data Pribadi

Halo, teman-teman Mitra Usaha! Kalian tau gak sih, angka jumlah pengguna internet di selengkapnya