Pusat Pengetahuan

5 Tips Usaha Pecel Lele, Balik Modal Kurang dari 6 Bulan

Belakangan ini, semakin banyak orang yang tertarik untuk menekuni sebuah usaha. Sebagian diantaranya adalah usaha kuliner. Usaha kuliner dipilih karena bisa mendatangkan untung besar dengan modal awal tak seberapa.

Bahkan, seorang pelaku usaha kuliner bisa balik modal hanya beberapa bulan setelah ia memulainya. Salah satu usaha kuliner yang banyak dijumpai adalah usaha pecel lele. 

Mengapa Usaha Pecel Lele?

Menjalankan usaha pecel lele adalah pilihan yang tepat. Bukan tanpa alasan, pecel lele adalah salah satu makanan favorit sebagian masyarakat Indonesia. Satu porsi nasi hangat dengan lele goreng akan sempurna dengan sambal yang disajikan bersama lalapan.

Ada beberapa alasan mengapa usaha pecel lele sangat layak untuk dicoba. Pertama, bahan-bahan untuk membuatnya tidak sulit. Kemudian, proses pembuatannya juga relatif mudah dan cepat. Dua alasan itu juga menjadi faktor mengapa banyak orang memilih pecel lele sebagai santapan malamnya.

Prospek Usaha Pecel Lele

Usaha pecel lele memiliki prospek yang menjanjikan. Ini dapat dilihat dari tingginya minat masyarakat. Jika Anda perhatikan, kedai dan warung pecel lele hampir tak pernah sepi pengunjung. Anda dapat memanfaatkan hal ini untuk memulai usaha sendiri.

Dengan mendirikan tenda di lokasi yang strategis, bukan tidak mungkin Anda akan menjadi salah satu pemilik kedai pecel lele dengan banyak pembeli.

Ini berbanding lurus dengan anggapan banyak kalangan bahwa usaha kuliner adalah salah satu bidang usaha yang menjanjikan dan memiliki prospek cerah dalam jangka waktu yang panjang. Meski begitu, Anda tetap harus memperhatikan banyak hal sebelum memutuskan untuk memulainya.

Tips Memulai Usaha Pecel Lele

1. Perhatikan Lokasi

Saat Anda memutuskan untuk menekuni sebuah bidang usaha kuliner, lokasi adalah hal pertama yang harus dipikirkan matang-matang. Mengapa demikian? Lokasi adalah aspek yang sangat menentukan keberlangsungan usaha pecel lele yang dijalankan.

Sebelum memilih lokasi, Anda bisa melakukan riset kecil-kecilan. Caranya, amati bagaimana suasana di calon lokasi tempat Anda mendirikan usaha, apakah potensial atau tidak.

Pada umumnya, pecel lele dijual di tepi jalan raya yang mana banyak orang dan kendaraan berlalu lalang. Membuka usaha pecel lele di keramaian juga membuka potensi keuntungan yang besar.

Selain di tepi jalan raya, ada beberapa tempat lain yang bisa Anda jajal, misalnya di sekitar perkantoran, sekolah, atau kampus. Adanya aktivitas di area tersebut memungkinkan banyak pelanggan untuk datang ke kedai atau warung Anda.

Opsi lain untuk lokasi usaha pecel lele adalah perumahan. Meski tidak berada di dekat perkantoran atau jalan raya, area perumahan adalah kawasan dengan banyak warga tetap yang bisa Anda jadikan sebagai calon pelanggan.

Namun, Anda tetap perlu memerhatikan beberapa hal. Satu diantaranya adalah dengan memastikan pemukiman tersebut memiliki hiruk pikuk yang ‘hidup’, bukan pemukiman yang individual. 

2. Waktu Berjualan yang Tepat

Pada umumnya, kedai atau warung pecel lele buka pada sore hingga tengah malam. Dengan demikian, Anda dapat memanfaatkan waktu-waktu tersebut untuk menjalankan usaha pecel lele.

Meskipun begitu, tidak ada salahnya juga untuk berjualan di pagi atau siang hari. Dengan catatan, lokasi usaha Anda berada di lokasi yang ramai. 

Alasan lain mengapa banyak warung atau kedai pecel lele buka pada malam hari adalah karena sebagian orang enggan untuk memasak hidangan makan malam.

Mereka lebih memilih untuk membeli makanan di luar ketimbang memasak sendiri. Salah satu tempat yang menjadi jujugan mereka adalah warung pecel lele. 

3. Perhatikan Menu

Memilih menjalankan usaha pecel lele itu artinya Anda harus siap bersaing dengan warung-warung serupa. Dengan demikian, Anda harus berbuat sesuatu untuk menjaga keberlangsungan usaha Anda.

Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan mempelajari pesaing. Bukan dengan makna negatif, Anda bisa memanfaatkan celah yang ada.

Meski memiliki menu utama lele, tidak ada salahnya jika Anda membuat variasi menu yang berbeda dengan kebanyakan warung pecel lele. Inovasi-inovasi pada sebuah usaha kuliner sangat diperlukan, mengingat saat ini tidak sedikit yang mulai tertarik untuk menekuni bidang usaha ini.

Semakin banyak invoasi, semakin besar pula potensi keberhasilan yang akan Anda peroleh. 

Tidak hanya menyajikan menu lele, Anda bisa menghadirkan banyak pilihan makanan seperti seafood, ikan bakar, dan makanan berkuah hangat. Dengan banyak pilihan menu, bukan tidak mungkin pelanggan akan setia pada usaha pecel lele Anda.

Menu yang variatif akan membuat pelanggan tidak bosan. Ini berbeda dengan warung pecel lele yang hanya menyediakan satu menu atau pilihan itu-itu saja. Jadi, mulai pikirkan menu yang akan Anda hadirkan pada usaha pecel lele.

4. Rasa dan Harga

Pecel lele memiliki hidangan utama berupa sayuran lalapan dengan lele goreng. Hal-hal kecil yang perlu Anda perhatikan seperti, pemilihan lele dan sayuran untuk lalapan segar. Kualitas lele dan lalapan secara tidak langsung mempengaruhi keberlangsungan usaha Anda. 

Jika makanan yang Anda sajikan tidak disukai pengunjung, bukan tidak mungkin mereka akan mencoret usaha pecel lele Anda dari list tempat makan favoritnya.

Rasa adalah faktor penentu keberhasilan sebuah usaha kuliner. Tidak jarang sebuah kedai besar tapi minim pengunjung, dan warung kecil namun memiliki banyak pelanggan setia.

Beberapa orang sangat aware dengan rasa dan kualitas makanan yang disajikan. Dengan begitu, rasa dari menu yang Anda hadirkan harus benar-benar mendapat perhatian serius.

Selain rasa, aspek lain yang patut diperhatikan adalah harga. Harga yang miring akan membuat pengunjung berduyun-duyun datang ke kedai pecel lele Anda.

Selain itu, pecel lele adalah makanan yang banyak dijual di kedai atau warung tepi jalan, sehingga harga sangat menentukan ke mana langkah kaki pengunjung akan melangkah. Tapi tetap saja, masalah rasa harus menjadi prioritas nomor satu. 

5. Kebersihan

Mematok harga miring setiap menu pada usaha pecel lele mungkin bisa membuat warung Anda ramai pengunjung. Namun, ada satu hal lain yang dapat menggagalkan usaha Anda jika diabaikan, yaitu tentang kebersihan.

Dalam menjalankan usaha kuliner, sangat penting untuk menjaga kebersihan. Terlebih jika Anda menyediakan meja dan tempat duduk untuk para pengunjung. 

Sebagian orang sangat perhatian dengan masalah kebersihan. Jika Anda abai dengan kebersihan pada warung pecel lele, bukan tidak mungkin mereka akan memutuskan tidak kembali ke tempat Anda.

Untuk tetap menjaga kebersihan, Anda bisa langsung membersihkan peralatan makan pengunjung sesaat setelah mereka meninggalkan tempat. 

Tidak hanya itu, kebersihan juga berhubungan dengan higienitas makanan. Dengan demikian, kebersihan tempat masak, tempat memajang makanan, tempat mencuci peralatan memasak dan peralatan makan, sampai kebersihan cara memasak, perlu diperhatikan.

Kesan kotor dan jorok harus hilang dari tempat usaha pecel lele Anda agar pengunjung tetap nyaman saat melahap makanan. 

Estimasi Modal dan Keuntungan

Sebelum memulai usaha pecel lele, Anda perlu menyiapkan modal. Modal adalah biaya yang harus dikeluarkan di awal waktu untuk membeli dan mengurus beberapa persiapan. Biaya modal dapat dirinci dengan asumsi sebagai berikut:

Gerobak atau etalase = Rp2,500,000

Kompor dan gas = Rp300,000

Peralatan memasak = Rp2,000,000

Peralatan makan = Rp500,000

Meja dan kursi = Rp2,500,000

Total = Rp7,800,000

Setelah mendapatkan estimasi modal awal, Anda juga perlu untuk menghitung perkiraan biaya operasional bulanannya dan estimasi pendapatan. Dengan begitu, Anda dapat memperkirakan berapa keuntungan yang bisa didapat. Rincian biaya pendapatan dibuat dengan asumsi penjualan 70 porsi pecel lele setiap harinya dengan harga per porsi Rp20,000.

Biaya Operasional

Bahan-bahan selama 30 hari = Rp15,000,000

Gas selama 30 hari = Rp500,000

Air dan listrik = Rp500,000

Sewa tempat = Rp500,000

Gaji karyawan = Rp1,000,000

Total = Rp17,500,000

Estimasi Pendapatan(omzet)

Pendapatan bulanan = (35 porsi harian x 30 hari) x Rp20,000

= 1050 porsi x Rp20,000

= Rp21,000,000

Estimasi Keuntungan

Keuntungan bulanan = Pendapatan bulanan – biaya operasional

= Rp21,000,000 – Rp17,500,000

= Rp3,500,000

Dari estimasi keuntungan Rp3,500,000 per bulan, Anda hanya butuh sekitar dua sampai tiga bulan untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkan. Untuk mendapatkan keuntungan maksimal dari usaha pecel lele, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan kehadiran platform Online.

GoBiz dari Gojek misalnya, sebuah aplikasi dengan beragam fasilitas dan kemudahan. Dengan GoBiz, pelanggan bisa memesan makanan yang ada pada usaha pecel lele Anda tanpa perlu datang. Selain itu, GoBiz memungkinkan Anda untuk menerima laporan keuangan melalui e-mail. Jadi, kapan Anda akan memulai usaha pecel lele dengan menggunakan GoBiz?

Sumber gambar: google

Read more about:

Artikel Terkait

5 Resep Usaha Warteg, Bisa Untung 7 Jutaan per Bulan

Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia tentunya sudah tidak asing lagi dengan warteg selengkapnya

15 Cara Mudah untuk Mendapatkan Modal Usaha

Modal adalah komponen utama yang harus dimiliki sebelum memulai sebuah bidang usaha. Tak selengkapnya