GoBiz logo Daftar Login

Pusat Pengetahuan

Usaha Bangkrut sering Disebabkan 7 Hal Ini

Usaha Bangkrut sering Disebabkan 7 Hal Ini – Di masa sulit ini, banyak pelaku usaha yang dibayangi-bayangi ancaman usaha bangkrut. Padahal, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran sangat penting dalam perekonomian Tanah Air.

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah mengungkapkan, setidaknya saat ini ada lebih dari 65 juta pelaku UMKM di Indonesia. Hanya saja, sangat sedikit pelaku UMKM Indonesia yang berhasil mengembangkan usahanya jadi lebih besar. 

Di lapangan, Anda bisa mendapati keberadaan UMKM yang sudah berdiri selama puluhan tahun. Meski begitu, usaha yang mereka jalankan terkesan jalan di tempat. Tidak ada peningkatan omzet secara drastis.

Bahkan, sejak awal pendirian usaha sampai saat ini, angka penjualannya masih berada di angka yang itu-itu saja. Walau beragam upaya dan kerja keras telah mereka lakukan, usaha mereka malah terancam bangkrut.

Baca juga: 15 Tips Menjadi Pengusaha Sukses Dari Nol

Perlu diakui, usaha bangkrut memang menjadi ancaman nyata para pelaku UMKM di Indonesia. Lalu, apa yang bisa Anda lakukan untuk menghindarinya?

Pertama-tama, kenali 7 kesalahan yang kerap menjadi pemicu kenapa pelaku UMKM harus mengalami usaha stagnan atau usaha bangkrut. Lalu, waspadalah dan jangan sampai Anda melakukan kesalahan-kesalahan tersebut.


7 Kesalahan Umum Penyebab Usaha Bangkrut

Usaha Bangkrut sering Disebabkan 7 Hal Ini

1. Kurang fokus pada strategi pemasaran

Banyak pelaku usaha kecil yang merasa kalau keberadaan tim marketing atau pemasaran adalah fasilitas mewah. Mereka merasa kalau tenaga pemasaran bukanlah aspek penting yang meningkatkan angka penjualan. Oleh karena itulah, mayoritas pelaku UMKM tidak memiliki tenaga atau tim khusus yang menangani aspek pemasaran produk. 

Anggapan tersebut tentu salah besar. Bagaimanapun, tim pemasaran merupakan faktor penting yang harus dimiliki oleh setiap usaha, baik usaha kecil ataupun besar. Keberadaannya berguna untuk mendatangkan pelanggan baru yang kemudian berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan usaha Anda.

Di samping itu, tim pemasaran juga bertanggung jawab dalam membangun brand produk sehingga dikenal secara luas oleh masyarakat. 

2. Tidak memahami pelanggan

Kesalahan selanjutnya yang bisa mengakibatkan usaha bangkrut adalah tidak memahami target audience (target market atau target pasar).

Pelaku UMKM umumnya memang tahu segmen pasar yang ingin mereka jadikan target pemasaran. Hanya saja, mereka tidak memiliki data konkret terkait persona konsumen. Padahal, informasi tentang persona konsumen dapat membantu membangun strategi pemasaran dan memaksimalkannya. 

Informasi mengenai kepribadian (persona) dan ketertarikan konsumen sangat penting untuk meningkatkan angka penjualan. Informasi ini tidak hanya berkaitan dengan tingkat kebutuhan, gaya hidup, ataupun pain points. Namun, Anda bisa menyelami data ini secara lebih mendalam.

Sebagai contoh, menyusun persona konsumen berdasarkan latar belakang pekerjaan, industri, permasalahan yang dimiliki, dan lain sebagainya. 

3. Menetapkan harga murah: pembeli ramai, usaha bangkrut

Usaha Bangkrut sering Disebabkan 7 Hal Ini

Persaingan merupakan hal yang tak bisa Anda hindari saat menjalankan usaha. Biasanya, pelaku UMKM menerapkan kebijakan harga murah sebagai upaya memenangkan persaingan.

Harapannya, harga murah bisa menarik pelanggan yang lebih banyak dan Anda bisa meraih untung. Namun, jangan salah. Strategi ini justru berisiko membuat usaha Anda bangkrut.

Pilihan untuk menawarkan barang atau jasa dengan harga murah kerap merugikan Anda sendiri. Apalagi, kalau Anda menerapkan kebijakan tersebut pada situasi harga bahan-bahan yang melambung.

Pada situasi tersebut, tak menutup kemungkinan Anda akan melakukan kebijakan merugikan lain, yakni memotong gaji pegawai. 

4. Usaha bangkrut akibat salah strategi

Usaha apa pun memiliki tujuan yang sama, yaitu menghasilkan uang. Untuk mewujudkan tujuan tersebut, Anda memerlukan strategi penjualan atau sales strategy yang tepat.

Sales strategy mencakup penetapan target dan proyeksi penjualan yang realistis. Tidak hanya itu, Anda juga perlu menyusun langkah nyata yang bisa diterapkan tenaga penjualan. 

5. Tidak memperhatikan pelayanan pelanggan

Kesalahan yang sering dilakukan oleh pelaku UMKM selanjutnya adalah tidak memperhatikan para pelanggan. Contohnya saja, apakah Anda ingat siapa pelanggan pertama bisnis Anda? Kalau pun ingat, apakah Anda pernah memberi mereka apresiasi padanya?

Baca juga: 5 Cara Mempertahankan Pelanggan agar Tetap Setia

Setiap orang yang pernah membeli produk atau menggunakan jasa Anda adalah pelanggan yang harus Anda perhatikan. Kalau tidak, mereka bakal dengan mudah beralih ke tempat lain. Apalagi, saat ini banyak kompetitor yang perlu Anda hadapi, baik offline ataupun online

Tanpa keberadaan seorang pelanggan, usaha Anda akan sepi. Oleh karena itu, pastikan Anda mulai memberi apresiasi kepada mereka. Apresiasi itu bisa Anda lakukan dengan berbagai cara. Cara paling mudah, Anda bisa menyapa mereka. Selain itu, ada pula pertimbangan untuk memberi kupon diskon khusus. 

6. Kerja, kerja, dan kerja

Usaha Bangkrut sering Disebabkan 7 Hal Ini

Pelaku UMKM terbiasa dengan kerja keras. Oleh karena itu, mereka memiliki kebiasaan untuk bekerja sepanjang hari tanpa istirahat. Bahkan, hari libur mereka manfaatkan untuk bekerja.

Namun, apakah kebiasaan tersebut membuat usaha mereka berkembang? Faktanya, usaha berjalan stagnan dan bahkan cenderung mengalami kemunduran. 

Alih-alih memfokuskan tenaga dan pikiran pada pekerjaan secara terus-menerus, Anda perlu mengalokasikan waktu istirahat. Ibarat seorang atlet, Anda tidak harus menghabiskan waktu untuk berlatih.

Ada kalanya atlet beristirahat, menjalankan diet sehat, dan menjalankan aktivitas harian secara normal. Intinya, Anda perlu membangun keseimbangan antara aktivitas bisnis dan personal.

Waktu istirahat tersebut bisa Anda manfaatkan juga untuk aktivitas pasif seperti membaca buku, menonton video inspiratif, atau berinteraksi di grup komunitas sesama pengusaha.

7. Mengerjakan semuanya sendiri

Kesalahan terakhir yang kerap dilakukan pelaku UMKM adalah melaksanakan semua tanggung jawab sendiri. Alasannya beragam, seperti kesulitan mencari orang yang bisa dipercaya, keterbatasan modal, dan lain sebagainya. Hasilnya, Anda bakal kerepotan dengan banyaknya tanggung jawab yang harus diselesaikan. 

Alih-alih mengerjakan semuanya sendiri, Anda perlu mendelegasikan tugas secara tepat. Untuk itu, Anda perlu merekrut orang dan memberikan tugas sesuai dengan talentanya. Dengan adanya pembagian tugas seperti ini, Anda bisa meningkatkan aktivitas usaha jadi lebih produktif. 


Hindari Ancaman Usaha Bangkrut dengan GoBiz

Meningkatkan layanan pelanggan - gobiz plus

Selain coba mendelegasikan tugas ke tim, Anda juga perlu menghadirkan perangkat yang tepat agar pekerjaan berlangsung secara efektif dan efisien. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan GoBiz PLUS.

Dengan pemanfaatan GoBiz PLUS, Anda bisa menangani setiap transaksi dengan lebih cepat dan praktis. GoBiz PLUS akan sangat mempermudah Anda dalam mencetak struk dan menerima pembayaran nontunai seperti QRIS dan pembayaran kartu di satu perangkat yang sama.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Read more about:

Artikel Terkait

Pelaku Usaha Kuliner Wajib Gunakan Bahan Dasar Makanan yang Aman dan Berkualitas, Bagi yang Melanggar Ada Hukumannya!

Memastikan keamanan bahan makanan (food safety) merupakan salah satu kunci dalam meraih selengkapnya

Tips Menjadi UMKM yang Cakap Digital dan Paham Pelindungan Data Pribadi

Halo, teman-teman Mitra Usaha! Kalian tau gak sih, angka jumlah pengguna internet di selengkapnya