GoBiz logo Daftar Login

Pusat Pengetahuan

Kripik Balado Shirley, Oleh-oleh Khas Padang yang Mendunia

Bicara soal oleh-oleh khas Padang, pasti tak lengkap tanpa Kripik Balado Shirley. Snack tradisional tanah Minang berbahan baku singkong ini punya cita rasa pedas yang khas. Meski sudah banyak brand lain bermunculan, rasanya belum ada yang bisa menandingi kelezatannya.

Ternyata, sebelum sepopuler sekarang, Kripik Balado Shirley harus mengalami jatuh-bangun beberapa kali. Bahkan mereka sempat urung melanjutkan bisnisnya pasca gempa pada 2009 lalu. Bagaimana perjuangannya? Yuk, simak kisah perjalanan Kripik Balado Shirley langsung dari sang owner, Ibu Shirley, berikut ini!


Kenalan dengan Kripik Balado Shirley

Usaha Kripik Balado Shirley dimulai pada 1994. Kala itu, keripik balado yang dijual oleh Ibu Shirley tidak memiliki nama dan brand khusus. Penjualannya pun masih sangat terbatas. Sang pemilik menyebutkan bahwa dulu keripik balado menggunakan sistem yang mirip made by order. Keripik hanya akan dibuat saat ada pesanan datang.

Siapa sangka, ternyata usaha kecil-kecilan tersebut banyak diminati oleh masyarakat Padang. Konsumen yang semula hanya berasal dari kalangan kerabat, kini makin meluas. Hingga akhirnya Ibu Shirley memutuskan untuk membuat usaha dengan nama Kripik Balado Shirley yang diambil dari namanya sendiri. Seluruh prosesnya masih ia handle sendiri.

Baca juga: Burgreens: Fokuskan Usaha pada Reduce, Reuse & Replace


4 Tahap Usaha Kripik Balado Shirley

Kripik Balado Shirley

Setelah cukup mapan berjualan keripik balado, Ibu Shirley memutuskan untuk memperluas kegiatan usahanya. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Produksi

Meski kini usahanya sudah sangat berkembang, Ibu Shirley mengungkapkan bahwa kegiatan usaha utamanya tetaplah memproduksi keripik balado. Bahkan, seluruh proses produksi dari hulu ke hilir masih ia tangani. Meski sudah memiliki belasan karyawan, ia tetap turun tangan dalam proses pembuatan.

Mulai dari memilih bahan baku, mengolah produk, hingga pengemasan, semua masih berada di bawah pengawasannya langsung. Menariknya lagi, usaha Ibu Shirley menggunakan bahan baku yang sama dengan saat keripik tersebut pertama dibuat. Menurutnya, kualitas adalah hal yang paling penting. Dengan kualitas yang baik, konsumen pasti tak akan ragu untuk datang kembali.

2. Jualan

Sama seperti proses produksi, proses penjualan pun dilakukan secara mandiri. Kegiatan penjualan dipusatkan di Toko Oleh-Oleh Kripik Balado Shirley yang ada di Jalan Gereja 36, Padang. Di samping itu, mereka juga menerima pembelian online melalui GoFood serta Tokopedia. Ibu Shirley juga menjelaskan bahwa ia juga menerima reseller dari Sumatra dan Jawa.

3. Inovasi Kripik Balado Shirley

Selain mempertahankan kualitas, Ibu Shirley juga melakukan inovasi untuk tetap bertahan dalam persaingan. Selain keripik balado dengan cita rasa orisinal, ada juga beberapa varian rasa lain. Di samping produk, Ibu Shirley juga melakukan inovasi dalam aspek pelayanan dengan bantuan sang putra, Ryan Ferdinand.

Salah satu inovasinya yang paling penting adalah bergabung ke GoFood. Selain meningkatkan penjualan, keripik milik Ibu Shirley ini turut berkontribusi mengembangkan ekosistem digital Indonesia.

Berkat keputusan bergabung ke menjadi partner GoFood, produk pun makin terkenal. Bahkan yang terbaru, Kripik Balado Shirley mewakili UMKM lokal di Paviliun Indonesia yang diselenggarakan berbarengan dengan kegiatan World Economic Forum 2022 di Davos, Swiss. Wah, sungguh prestasi yang membanggakan, ya!

4. Gandeng lebih dari 100 UMKM Sumatera Barat

Tak hanya berhenti sampai di situ, bisnis keluarga ini juga punya andil besar dalam mengembangkan UMKM lokal Sumatera Barat. Toko Oleh-Oleh milik Ibu Shirley hingga saat ini telah menggandeng lebih dari 100 UMKM lokal. Ia ingin memberikan wadah bagi para pengusaha setempat untuk memajukan bisnis mereka.

Baca juga: Island Gurl Foods: Kemasan Ramah Lingkungan Banyak Disukai Pelanggan


Bangkit Pasca Gempa Padang

Kripik Balado Shirley

Meski kini sudah sukses dan mulai merambah ke pasar internasional, bukan berarti Ibu Shirley tidak pernah mengalami guncangan. Pada 2009, kala gempa hebat mengguncang Sumatera Barat, bisnis yang Ibu Sherly kelola pun ikut terdampak.

Tidak main-main, gempa tersebut meluluhlantakkan bangunan ruko tempatnya berjualan. Pasca gempa, ia bahkan sempat tak ingin kembali berjualan keripik selama empat bulan. Meski begitu, ternyata para pelanggan dan mitranya terus mencari.

Mereka meminta Ibu Shirley untuk kembali. Berkat dukungan tersebut, Kripik Balado Shirley pun kembali beroperasi. Bahkan usaha tersebut menjadi yang pertama pulih di tanah Padang.


Kripik Balado Shirley: Oleh-Oleh Unggulan Padang

Ibu Shirley menjelaskan bahwa usahanya memang fokus pada bisnis oleh-oleh. Oleh karenanya, ia terus berupaya untuk merancang sistem pemesanan dan pembelian yang memudahkan pelanggan mereka—yang kebanyakan berasal dari luar daerah.

Salah satunya adalah bekerja sama dengan layanan pengiriman. Jadi, pelanggan tak perlu kesulitan membawa produk bersama mereka, toko akan langsung mengirimkannya lewat kargo. Selain itu, bisnis ini juga mengadopsi teknologi cashless dengan GoPay dan QRIS. Hasilnya, Kripik Balado Shirley pun makin kebanjiran pelanggan dan tetap menjadi oleh-oleh khas Padang nomor satu.

Baca juga: Soto Bu Tjondro: Banyak Promo, Untung Banyak di Bulan Ramadan

Kripik Balado Shirley menunjukkan bahwa kesempatan untuk bangkit akan selalu ada. Meski sempat harus memulai kembali dari nol, Ibu Shirley sanggup untuk berdiri kembali. Bahkan, bisnisnya justru jadi makin sukses dari sebelumnya.

Memanfaatkan teknologi seperti layanan pesan antar GoFood dan marketplace seperti Tokopedia pun terbukti bisa membantu menjangkau lebih banyak pelanggan. Bagaimana dengan Anda, siap untuk mulai usaha sendiri? Yuk, mulai bersama GoFood!

Apakah artikel ini bermanfaat?

Read more about:

Artikel Terkait

Danke Cafe: Saat Seorang Dokter Tak Hanya Ingin Menyembuhkan tapi Juga Ingin Menyajikan Makanan & Minuman

Danke Cafe: Saat Seorang Dokter Tak Hanya Ingin Menyembuhkan tapi Juga Ingin Menyajikan selengkapnya

Piutang Usaha Adalah: Pengertian, Jenis, dan Bedanya dari Utang

Piutang usaha adalah uang yang harus pelangkan bayarkan kepada perusahaan atas barang selengkapnya