GoBiz logo Daftar Login

Pusat Pengetahuan

Danke Cafe: Saat Seorang Dokter Tak Hanya Ingin Menyembuhkan tapi Juga Ingin Menyajikan Makanan & Minuman

Danke Cafe: Saat Seorang Dokter Tak Hanya Ingin Menyembuhkan tapi Juga Ingin Menyajikan Makanan & Minuman – Memiliki usaha sampingan selain bekerja bukanlah hal yang baru. Selain dapat menambah penghasilan, menjalani usaha sampingan nyatanya juga  memberikan berbagai perspektif segar yang tak ditemui di tempat kerja.

Terlebih generasi muda sekarang sangat gigih dalam melihat peluang-peluang usaha yang ada. Jiwa entrepreneurship yang tumbuh mengikuti perkembangan zaman, membuat bibit-bibit unggul ini mulai berkarir dalam bidang usaha di usia muda.

Seperti halnya Ngurah Bagus Jayantha, pemuda berusia 25 tahun yang tak hanya berprofesi sebagai seorang dokter, tapi juga pemilik dari Danke Cafe. Kafe ini berlokasi di Jalan Udayana, Buleleng, Bali.

Dilihat dari pekerjaannya, sepertinya memiliki dua kesibukan sekaligus akan menimbulkan kesulitan. Namun, melihat usahanya berkembang pesat, membuat kita sadar bahwa tidak ada yang tidak mungkin.

Mau tahu apa saja yang dilakukan Bagus agar usahanya berjalan dengan lancar tanpa menghambat profesinya sebagai dokter?

Yuk, simak ceritanya agar Anda juga makin termotivasi untuk memiliki usaha sendiri!

Danke Cafe: Kecil-Kecil Cabe Rawit

Saat Bagus masih menjadi mahasiswa Kedokteran, hobi membaca mengenalkannya pada buku “Cashflow Quadrant” karya Robert Kiyosaki. Ini adalah buku tentang bagaimana seseorang dapat mendapatkan kebebasan finansial dengan cara memiliki lebih dari satu sumber penghasilan dan bagaimana cara mengatur pendapatannya.

Baca Juga: 16 Peralatan Cafe yang Dibutuhkan saat Memulai Coffee Shop

Siapa sangka, buku inilah yang mengawali perjalanan Bagus dalam menjalankan usaha, hingga predikat kecil-kecil cabe rawit” layak didapatkannya. Ya, masih muda, tapi berani ambil peluang yang ada.

Bagus berkata, “Jadi pada saat itu aku berpikir, kerjaan apa lagi sih, yang bisa aku kerjain selain jadi dokter? Mungkin buka usaha adalah jawaban yang benar.”

Sebelum terpikir untuk membangun usaha, Bagus sudah terjun di dunia freelance atau kerja lepas. Meskipun percobaan pertamanya dalam usaha tidak begitu baik, Bagus tidak kehabisan akal. Nah, agar keuangannya tetap berputar, ia mencoba peruntungannya dengan menyewakan mobil, yang akhirnya dapat memberikan modal untuk membangun bisnis restonya kini. Apa lagi kalau bukan Danke Cafe?

“Danke cafe ini berdiri pada Oktober 2019, kurang lebih sudah dua setengah tahun berjalan dan hanya memiliki satu cabang di Jalan Udayana no. 10A, Singaraja, Buleleng, Bali,” ujar Bagus.

Danke Cafe adalah kafe yang menyediakan berbagai macam makanan dan minuman, tapi yang paling dijagokan dan menjadi favorit adalah menu burger mereka.

Awal Danke Cafe berdiri, Bagus hanya menyewa satu ruko saja. Seiring waktu berjalan, ia sudah menyewa dua ruko di sampingnya untuk memperluas kafe.

Walau pada saat itu Bagus masih menjalani masa koas di sebuah rumah sakit di Bali, ekspektasi dan mimpi yang dimiliki untuk Danke Cafe besar. Bagus berusaha keras untuk membagi waktunya menjaga kafe sambil shift di rumah sakit, karena tidak dimungkiri permasalahan pembagian waktu ini cukup menjadi rintangan dalam perjalanan usahanya.

“Setiap hari, aku pulang dari rumah sakit sekitar jam setengah tiga, lalu jam setengah lima jalan ke Singaraja, kurang lebih dua jam, lalu sampai di toko. Karena masih baru buka, kami melihat bagaimana respon pelanggan terhadap produk baru yang kami tawarkan, lalu melihat karyawan-karyawan bekerja, ngobrol-ngobrol dan evaluasi segala macam, baru jam satu malam aku kembali ke Gianyar, dan paginya berangkat lagi ke rumah sakit,” ceritanya.

Ketika dijalankan, tak mudah memang. Harus ada waktu dan tenaga ekstra yang dikeluarkan demi mendukung semangatnya dalam berbisnis. Saat ditanya apa yang memotivasi dirinya untuk melewati berbagai kendala yang ada, ia teringat pesan Pandji Pragiwaksono, aktor, penulis, dan stand-up comedian asal Indonesia.

“Yang aku pegang untuk usahaku adalah kutipan dari Mas Pandji Pragiwaksono; sedikit berbeda itu jauh lebih baik daripada sedikit lebih baik, dan aku yakin aku bisa memberikan sesuatu yang berbeda di market Singaraja,” katanya.

Baca Juga: 10 Cara Desain Menu Café / Restoran Tanpa Photoshop


Perjalanan Usaha Tak Seindah Jalan-Jalan di Bali

Danke Cafe

Selain pembagian waktu dan inovasi usaha, hambatan lain yang ditemui ketika menjalani Danke Cafe adalah melemahnya arus pariwisata di Bali selama pandemi kemarin.

Selama pandemi berlangsung, pemerintah menetapkan aturan bahwa pelanggan tidak diperbolehkan untuk dine in atau makan di tempat. Tak terkecuali di daerah Bali Utara, tempat Bagus membangun usahanya.

Bagus mengaku bahwa Bali Utara memang bukanlah daerah yang memiliki banyak titik wisata. Tidak kaget ia jika usahanya sepi pengunjung.

Akan tetapi, tentu saja ia tak mau menyerah. Salah satu solusi yang Bagus pilih adalah menganjurkan para pelanggan yang datang ke kafenya untuk memberikan review tentang pelayanan dan juga kualitas makanan/minuman yang disajikan di Google Maps

“Yang membuat mereka (pelanggan) datang ke tempat kami adalah review di Google Maps. Di Google Review itu kami sediakan akun, jadi bisa lihat tentang menu-menu kami, apa pun soal Danke Cafe yang bisa menjadi pilihan bagi mereka untuk makan,” ujarnya.

Tak berhenti sampai di situ saja. Penggunaan media sosial juga dioptimalkannya. Ia bersama admin media sosial Danke Cafe gencar mempromosikan bisnis ini. Mulai dari memperindah tampilan feed Instagram, membuat konten Reels yang menarik, bahkan juga merambah ke video TikTok.

“Yang membuat orang tertarik untuk datang adalah konten Instagram kami yang kolaborasikan dengan orang-orang terdekat yang menjadi panutan di kota Bali. Konten diskusi yang dinamakan Another Side ini bertujuan untuk menunjukkan ke calon pelanggan bahwa Danke Cafe care juga ya dengan apa yang ada (yang sedang jadi perbincangan atau sekedar membahas apa saja yang ada di Buleleng) di tempat asalnya,” imbuh Bagus.

Di sisi lain, Bagus juga membuat inovasi-inovasi dalam menu kafenya agar pelanggan lebih tertarik untuk datang.

“Kami perlu sesuatu yang baru. Jadi pada saat itu karena booming tentang croffle, kami coba eksekusi di tempat kami dan kami toko pertama yang jual croffle pada saat itu. Langsung booming di Singaraja. Jadi kami ngikutin arusnya sih pada saat itu,” katanya.

Untuk pendanaan promosi sendiri, Bagus tidak pernah mematok pengeluaran per bulannya. Terkecuali saat pemasukan menurun, barulah Bagus akan meningkatkan pendanaan untuk kebutuhan promosi; seperti Facebook Ads, Instagram Ads, dan promosi berbayar di akun-akun media sosial lokal dengan banyak pengikut.

Namun, tahukah Anda, di balik semua upaya Bagus untuk memajukan Danke Cafe, ada peran teknologi yang menjadi pendukungnya. Ya, apa lagi kalau bukan GoBiz PLUS?

Baca Juga: 12 Tips Mudah Agar Cafe Anda Ramai Pelanggan


GoBiz PLUS Temani Danke Cafe untuk Perjalanan yang Lebih Lancar

Semenjak menjadi Mitra Usaha pengguna GoBiz PLUS, Bagus merasakan berbagai kemudahan ketika menjalankan usahanya. Kemudahan itu bukan cuma didapat oleh dirinya sendiri, melainkan karyawan dan pelanggannya.

Sejak menggunakan GoBiz PLUS, transaksi penjualan semakin mudah karena selain menjadi perangkat kasir, juga membantu  pencatatan keuangan agar operasional usaha tak lagi manual karena semua dapat dikerjakan secara otomatis. Adapun keuntungan lain yang dinikmati Danke Cafe ialah sebagai berikut.

1. Pencatatan laporan keuangan secara digital dan otomatis

Karena GoBiz PLUS sudah terintegrasi dengan GoKasir, Bagus tak perlu lagi bekerja manual. Pencatatan dan pengecekan laporan dapat dilakukan real-time sehingga mempermudah operasional.

Agar bagus dan karyawannya dapat fokus memberikan pelayanan maksimal untuk kepuasan pelanggan.

“Kami sebenarnya lebih dipermudah dengan adanya layanan GoBiz PLUS, dipermudah untuk melakukan pembayaran antara pelanggan dan juga kasir. Data-data yang tersimpan pun juga lebih akurat. Jadi, data pemasukan dan pengeluaran bisa dicatat di sana,” ujarnya.

2. Dapat menerima berbagai pembayaran nontunai 

Dengan perangkat serba bisa ini, Bagus dengan mudah menerima pembayaran kartu debit/kredit untuk memenuhi kebutuhan pembayaran pelanggan, melalui QRIS GoPay yang telah mampu menerima segala jenis pembayaran e-wallet atau dompet digital.

“Kenapa memberikan pembayaran cashless? Karena sekarang metode pembayaran sudah banyak banget. Kalau kami nggak menggunakannya juga, kami nggak bisa memberikan pelayanan terbaik pada pelanggan. Kami berusaha untuk bisa memenuhi kebutuhan semua pelanggan,” ucapnya.

Siapa sangka, semenjak menggunakan GoBiz PLUS, ia mengaku bahwa transaksi nontunai Danke Cafe meningkat sebanyak 30%-40%, lho!

Bagus merasakan dampak yang baik setelah menggalakan transaksi nontunai, Danke Cafe mengalami kenaikan transaksi nontunai sebanyak 30%-40%. 

3. Usaha berkembang berkat promo cashback

Rupanya, pelanggan lebih antusias ketika disuguhkan berbagai promo cashback GoPay atau GoFood. Tentu saja ini berdampak pada perkembangan usaha dan kenaikan omzet! Anda ingin coba buat promo cashback juga untuk pelanggan usaha Anda?

Baca juga: 9 Keuntungan Membuat Promo GoPay untuk Usaha

Ya, itulah cerita menarik soal pasang-surut perjalanan Bagus dalam membangun Danke Cafe. Memang, tak ada perjalanan bisnis yang mudah. Namun, tak ada yang tak mungkin jika ingin terus berusaha, kan?

Semoga perjalanan usaha Danke Cafe yang dijalankan Bagus dengan semangat muda yang membara, dapat memotivasi juga menginspirasi Anda. Pastinya, maksimalkan juga usaha kesayangan Anda dengan GoBiz PLUS, ya!

Apakah artikel ini bermanfaat?

Read more about:

Artikel Terkait

CUAN Bersama Gojek Lewat Kumpulan Cerita Mitra Usaha Anda

Hai, Mitra Usaha! Selamat datang di CUAN! Ini merupakan Kumpulan Cerita Mitra Usaha Anda selengkapnya

Mie Ayam Bangka Bintaro, Mentor GoFood yang Mentransformasi Bisnis Keluarga Tradisional jadi Digital

Mie Ayam Bangka Bintaro, Mentor GoFood yang Mentransformasi Bisnis Keluarga Tradisional selengkapnya