GoBiz logo Daftar Login

Pusat Pengetahuan

Cara Membuat Pembukuan Keuangan Usaha Kecil yang Mudah Diikuti

Cara Membuat Pembukuan Keuangan Usaha Kecil yang Mudah Diikuti – Beberapa pemilik kecil sering mengabaikan cara membuat pembukuan keuangan usaha kecil karena mereka merasa tidak perlu.

“Toh, bukan usaha besar, catat di buku biasa saja juga sudah cukup,” mungkin Anda juga berpikir begini.

Padahal, meskipun tergolong kecil atau pemula, mengetahui dan menerapkan cara membuat pembukuan keuangan usaha kecil itu akan membantu Anda untuk menjadi pemilik usaha yang naik kelas. 

Pastinya Anda ingin usaha Anda bisa berkembang dan lebih sukses lagi dari sekarang, kan? Berikut ini cara lengkap membuat pembukuan keuangan untuk usaha kecil yang mudah dan anti ribet. 

Cara Membuat Pembukuan Keuangan untuk Usaha Kecil

contoh pembukuan warung sembako - Transaksi Keuangan Perusahaan - pemilik usaha muda menggunakan laptop untuk bekerja - cara membuat pembukuan keuangan usaha kecil

1. Catat pengeluaran dan pemasukan secara terpisah

Kesalahan yang seringkali dilakukan oleh pemilik usaha kecil adalah langsung membuat tabel pembukuan besar yang menggabungkan pengeluaran dan pemasukan.

Pembukuan seperti ini malah akan membuat Anda kewalahan serta meningkatkan risiko salah hitung, pencatatan transaksi ganda, bahkan lupa memasukkan transaksi yang penting. 

Hindari kesalahan seperti ini dengan membuat dua tabel pembukuan yang memisahkan pengeluaran dengan pendapatan usaha Anda.

Pastikan setiap tabel memiliki kolom tanggal transaksi, nomor bukti transaksi, keterangan (transaksi apa yang dilakukan), dan nominal harga.

Mari mulai dengan buku pengeluaran kas yang mencatat segala transaksi uang keluar dari kas usaha Anda. Misalnya seperti pembayaran gaji karyawan, beli stok barang, membayar tagihan listrik, dan sejenisnya. 

Lalu, lanjutkan dengan mencatat buku pemasukan kas usaha dengan cara yang sama. Pemasukan ini termasuk penjualan Anda per hari, piutang yang dibayarkan, dan transaksi uang masuk lainnya.

Sebagai tips, tulis buku pengeluaran dan pemasukan usaha setiap hari agar tidak ada transaksi yang tertinggal dan memudahkan Anda untuk mengecek kondisi usaha per bulan. 

Baca juga: 5 Tips dan Strategi Meningkatkan Penjualan Usaha Anda

2. Buat catatan arus kas utama

Setelah sudah membuat buku terpisah untuk pengeluaran dan pemasukan, cara membuat pembukuan keuangan usaha kecil dilanjutkan dengan menggabungkan kedua data tersebut.

Tidak bisa sembarangan, Anda perlu menyusunnya menjadi catatan arus kas utama dengan kolom debit dan kredit. 

Kolom debit berisikan nominal pemasukan arus kas per transaksi, sementara kolom kredit dipakai untuk memasukkan nominal pengeluaran arus kas per transaksi. Jangan lupa juga untuk memasukkan kolom saldo. Mari kita lihat contoh berikut:

TanggalKeteranganDebitKreditSaldo
1/6/21Saldo Mei 2021Rp10.000.000
Rp 10.000.000
3/6/21Penjualan tunaiRp200.000
Rp10.200.000
4/6/21Bayar tagihan air + listrik
Rp400.000Rp9.800.000
6/6/21Penjualan tunaiRp500.000
Rp10.300.000
8/6/21Bayar gaji karyawan
Rp2.000.000Rp8.000.000
12/6/21Biaya perbaikan mesin
Rp1.000.000Rp7.000.000
20/6/21Penjualan tunaiRp2.000.000
Rp9.000.000
27/6/21Piutang lunasRp3.000.000
Rp12.000.000
Saldo akhir Juni 2021Rp12.000.000

3. Buat daftar inventaris dan stok barang

Modal dan dana dalam usaha Anda itu tidak hanya meliputi penjualan dan pembayaran kewajiban saja, lho.

Jangan lupa, ada yang namanya stok barang dan inventaris yang juga Anda dapatkan dengan mengeluarkan uang. Stok barang dan inventaris perlu sekali untuk dicatat karena beberapa hal. 

Pertama, baik stok barang maupun inventaris sama-sama berperan penting dalam keberlangsungan usaha. Tanpanya, usaha Anda akan macet dan tidak bisa menghasilkan keuntungan.

Kedua, stok barang dan inventaris ini sulit sekali dilacak, alias gampang hilang. Kalau ada yang hilang, tentu saja ini kerugian bagi usaha Anda.

Ketiga, Anda bisa tahu kalau ada stok barang yang habis aset yang perlu diganti. 

Baca juga: 10 Cara Mengelola Inventaris untuk Usaha

4. Hitung laporan laba rugi

Langkah membuat pembukuan keuangan usaha kecil dilanjutkan dengan menghitung laporan laba rugi. Dari laporan laba rugi, Anda bisa melihat total pendapatan bersih usaha Anda serta beban kewajiban yang harus dipenuhi.

Secara garis besar, Anda bisa dengan mudah melihat apakah usaha Anda lagi untung atau rugi. 

Anda juga bisa melihat berapa jumlah uang yang sudah terpakai, utang yang belum dibayar, dan informasi terkait keuangan usaha Anda. Jika Anda mengikuti panduan di atas, maka menyusun laporan laba rugi juga akan jadi lebih mudah.

Itu dia cara-cara membuat pembukuan keuangan usaha kecil yang pas untuk Anda ikuti. Sekarang sudah tidak perlu repot tulis nota kontan atau memasukkan transaksi secara manual ke dalam pembukuan.

Gunakan saja aplikasi kasir gratis GoKasir dari GoBiz yang siap mencatat transaksi di toko, GoFood, dan media sosial, atau kanal lainnya secara real-time.

GoKasir akan membuat laporan penjualan secara otomatis yang akan semakin mempermudah pembukuan usaha Anda. Buruan daftarkan usaha Anda ke GoBiz dan nikmati fitur GoKasir secara gratis!

Apakah artikel ini bermanfaat?

Read more about:

Artikel Terkait

Tips dan Cara Membuat Pisang Crispy untuk Dijual Online

Pisang goreng yang gurih dan kriuk saat digigit adalah jajanan yang enak disantap kapan selengkapnya

Apa Perbedaan UKM dan UMKM?

UKM dan UMKM merupakan dua badan usaha yang mempunyai peranan penting dalam membangun selengkapnya