GoBiz logo Daftar Login

Pusat Pengetahuan

Apa Itu UMKM? dan 10 Contoh Peluang Usahanya

Data dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa setiap tahunnya, kredit untuk UMKM mengalami pertumbuhan. Padahal apabila flashback ke tahun 2015 dulu, jumlah UMKM yang belum punya akses pembiayaan melalui perbankan cukup tinggi, yaitu sekitar 60-70%.

Demi memperbaiki nilai tersebut, Bank Indonesia akhirnya merilis kebijakan yang mewajibkan perbankan untuk mengalokasikan pembiayaan atau kredit kepada UMKM sebesar 5% sejak tahun 2015, 10% pada 2016, 15% pada 2017, dan 20% pada 2018.

Contoh Usaha UMKM

Dengan perkembangan yang cukup pesat, wajar jika ada semakin banyak orang ingin menekuni UMKM. Kabar baiknya, UMKM adalah sektor usaha yang cukup luas. 

Ada begitu banyak jenis bidang yang bisa digeluti. Berikut adalah beberapa contoh usaha mikro, kecil dan menengah yang cukup populer dan potensial.

1. Bisnis Kuliner

Tidak berlebihan rasanya untuk menyebut bahwa bisnis kuliner tidak akan pernah mati. Setiap hari, semua orang membutuhkan makanan dan minuman. 

Bahkan usaha kuliner ternyata menyumbang 41,40% PDB ekonomi kreatif Indonesia senilai Rp383 triliun. Jadi, selama produk kuliner Anda memiliki rasa yang enak, bisa dipastikan akan laris.

Apalagi sekarang sudah ada layanan antar makanan berbasis online seperti GoFood yang memudahkan pelanggan untuk membeli dan mencicipi produk kuliner Anda. 

Artinya, peluang untuk menghasilkan penjualan pun semakin besar. Dengan kata lain, jika Anda memiliki UMKM di bidang kuliner, mendaftarkannya di GoFood adalah sebuah keharusan. 

Hingga saat ini, GoFood sudah bekerja sama dengan lebih dari seratus ribu partner, yang 80% di antaranya merupakan UMKM.

2. Bisnis Furnitur

Dibandingkan dengan kuliner, sektor di bidang UMKM adalah salah satu yang kurang populer. Namun, sumbangsihnya terhadap perekonomian nasional tetap wajib diapresiasi, terutama di ranah online.

Per 2017 lalu, UMKM di bidang furnitur menyumbang sekitar 16,9% omzet e-commerce Indonesia. Artinya, UMKM furnitur memiliki tempat tersendiri di industri digital.

Furnitur memang pada dasarnya merupakan bisnis offline karena bagaimanapun juga produk-produknya dikerjakan secara konvensional. Namun, Anda tetap bisa go digital dengan memasarkan UMKM furnitur di ranah online.

Manfaatkan media sosial dan buatlah website untuk mempromosikan produk furnitur Anda. Bahkan Anda juga bisa bekerja sama dengan marketplace khusus furnitur untuk memperluas jangkauan.

3. Bisnis Fashion

Dulu, untuk membeli pakaian biasanya konsumen akan datang ke sebuah toko, memilih item yang sesuai selera, mencobanya di ruang ganti, lalu membelinya jika dirasa cocok. 

Namun, kini proses belanja produk fashion sudah jauh lebih efisien melalui online platform. Mulai dari baju atasan, celana, rok, terusan, hingga aksesoris seperti topi dan perhiasan, semua bisa dijual secara online.

Tidak perlu memproduksi barang-barang sendiri, Anda bisa menjalankan usaha sebagai reseller yang menjual barang milik orang lain. Nantinya Anda akan mendapatkan komisi dari setiap produk yang berhasil Anda jual.

4. Kosmetik dan skincare

Menurut data dari Kementerian Perindustrian, industri kosmetik mengalami pertumbuhan hingga 20% pada 2017 lalu. Bukan tidak mungkin angkat tersebut naik mengingat semakin banyaknya UMKM di industri tersebut. 

Bahkan data yang sama juga menunjukkan bahwa sebanyak 95% industri kosmetik nasional didominasi oleh pengusaha kecil dan menengah.

Mengingat ada begitu banyak jenis kosmetik dan skincare yang tersedia, Anda bisa menjual produk yang lebih spesifik. Hal ini juga bisa membantu Anda untuk membedakan diri dari kompetitor. 

Misalnya, Anda hanya menjual produk kosmetik dan skincare berbahan alami. Atau bisa juga Anda hanya menjual sheet mask yang ditujukan untuk para remaja.

5. Makeup Artist(MUA) atau Penata Rias

UMKM tidak hanya menjual produk berupa barang, tapi juga jasa. Salah satu yang paling populer dan banyak dicari di UMKM adalah makeup artist (MUA). 

Banyak acara atau momen yang membutuhkan jasa MUA, contohnya wisuda, pernikahan, lamaran, atau foto pre-wedding. Jadi, bagi yang memiliki bakat atau keahlian di bidang tata rias wajah, tidak ada salahnya mencoba usaha sebagai MUA. 

Sebagai permulaan, coba dandani orang-orang terdekat Anda, lalu unggah hasilnya ke Instagram untuk promosi.

Apakah artikel ini bermanfaat?

Read more about:

1 2 3

Artikel Terkait

7 Fungsi Laporan Keuangan untuk Usaha Anda

7 Fungsi Laporan Keuangan untuk Usaha Anda – Ketika membaca soal “laporan selengkapnya

Ingin Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan? Yuk, Lakukan 5 Hal Ini!

Ingin Berbagi Kebaikan di Bulan Ramadan? Yuk, Lakukan 5 Hal Ini! – Marhaban ya selengkapnya