GoBiz logo Daftar Login

Pusat Pengetahuan

3 Alasan Pemilik Usaha Wajib Beradaptasi di Tengah Persaingan Pasar

3 Alasan Pemilik Usaha Wajib Beradaptasi di Tengah Persaingan Pasar – Memasuki era perindustrian baru, mau tak mau pemilik usaha harus bisa beradaptasi agar usaha rintisan tetap bertahan. 

Selain dituntut menyesuaikan diri dengan penggunaan teknologi digital berbasis internet, setiap usaha juga harus peka dengan permintaan pasar yang selalu dinamis dan pergerakan kompetitor. 

Apa yang terjadi bila usaha rintisan tidak mampu memenuhi ekspektasi pasar? Sebagai gambaran coba simak kisah 2 cerita usaha berikut ini. 


Perusahaan Besar yang Bangkrut karena Gagal Beradaptasi di Tengah Persaingan Pasar

beradaptasi di tengah persaingan pasar

Anda pasti tidak asing dengan nama PT Nyonya Meneer bukan? Setelah 98 tahun berdiri, perusahaan jamu legendaris ini dinyatakan bangkrut akibat gagal mengikuti tren dan tidak mampu menghadapi ketatnya persaingan pasar yang ada. 

Usaha lain yang mengalami nasib serupa adalah Kodak. Di tahun 90-an Kodak menjadi perusahaan kamera analog paling berjaya. Meski sempat menciptakan kamera digital, pada akhirnya minat konsumen terhadap Kodak perlahan mulai hilang karena minimnya inovasi. 

Ketidaksiapan Kodak mengikuti tren dan perkembangan teknologi membuat usahanya berhenti beroperasi secara permanen. 

Dua perusahaan tadi menjadi bukti nyata betapa pentingnya membaca tren dan  kemampuan beradaptasi di tengah persaingan pasar.

Baca juga: Gaet Pelanggan Setia dengan 7 Cara Meningkatkan Kualitas Layanan Ini  


3 Alasan Mengapa Pemilik Usaha Perlu Beradaptasi 

Pengusaha sukses

Belajar dari pengalaman di atas, perlu disadari alasan mengapa pemilik usaha harus mampu beradaptasi di tengah persaingan industri yang semakin ketat. 

1. Menghindari Bangkrut

Dapat beradaptasi dengan baik merupakan salah satu kunci dalam menghindari pailit. Menurut pengertiannya, pailit adalah kondisi ketika debitur—pada kasus ini perusahaan, tak mampu melunasi utangnya. 

Secara umum, kepailitan bisa menjadi pemicu kebangkrutan sebuah perusahaan. Apabila perusahaan berhenti beroperasi, hal tersebut akan memberikan dampak buruk bagi pegawai karena dirumahkan.  

2. Relevan dengan Permintaan Pasar

Perkembangan teknologi ternyata membawa pengaruh signifikan terhadap permintaan dan penawaran produk di pasaran. 

Melihat fenomena tersebut, pemilik usaha pun dituntut mengikuti tren dengan cara menghasilkan ide-ide baru yang lebih segar. 

Lewat adanya inovasi usaha diharapkan produk yang dihasilkan tetap bisa memenuhi ekspektasi pasar. 

3. Membantu Usaha Berkembang

Alasan terakhir mengapa sebuah usaha perlu beradaptasi supaya usahanya bisa terus berkembang dan sukses. 

Baca juga: 5 Perubahan Perilaku Pelanggan di Era Transaksi Digital 


5 Tips Jitu Beradaptasi di Tengah Persaingan Pasar

Berikut 5 tips jitu yang bisa Anda lakukan agar usaha rintisan bisa bertahan menghadapi ketatnya persaingan. 

1. Kenali Karakteristik Pelanggan Anda

Sebuah usaha tentu tidak akan bertahan tanpa kehadiran pelanggan. Itu sebabnya pelaku usaha harus pandai memahami karakter konsumennya. Dengan mengantongi detail informasi pelanggan di tangan, Anda bisa merancang strategi usaha yang tepat. 

Untuk mengetahui bagaimana karakteristik maupun kebutuhan pelanggan, sesekali lakukan komunikasi langsung dengan mereka. Anda bisa meminta testimoni maupun menanyakan harapan mereka ketika menggunakan produk tersebut. 

Jadi pada dasarnya usaha akan berjalan jika Anda mampu mewujudkan keinginan pelanggan. Ketika konsumen mulai berdatangan, sebisa mungkin berikan pelayanan terbaik agar mereka bisa menjadi pelanggan yang loyal. 

Bila suatu saat akan melakukan ekspansi usaha dan menargetkan konsumen baru, pastikan Anda juga tidak melupakan konsumen lama yang lebih dulu loyal.  

2. Terus Berinovasi

Saat dunia terus tumbuh dan berkembang, pilihannya hanya ada dua, beradaptasi atau merelakan diri tergilas perubahan. Begitu pula dengan menjalankan usaha. Selama usaha masih beroperasi, selama itu pula Anda harus bersahabat dengan yang namanya inovasi.

Melakukan inovasi menjadi langkah lain agar bisa bertahan di tengah persaingan usaha. Pada akhirnya melalui inovasi pula Anda bisa mempertahankan citra usaha di hadapan pelanggan loyal, bahkan tak menutup kemungkinan untuk menarik peminat baru. 

Dalam proses memunculkan ide baru, libatkan data pelanggan yang telah Anda miliki agar produk yang dihasilkan tetap memenuhi kebutuhan konsumen.

3. Amati Pergerakan Kompetitor

Besar kemungkinan di luar sana ada produk yang serupa dengan produk keluaran usaha Anda. Nah, untuk memenangkan persaingan, penting melakukan analisis kompetitor.

Analisis kompetitor akan membantu Anda dalam mengidentifikasi dan menganalisis strategi usaha perusahaan saingan sekaligus menggali kelemahan dan kekuatan mereka untuk kemudian dibandingkan dengan usaha yang Anda jalankan. 

Sebagai langkah pertama, coba sebutkan usaha mana saja yang menjadi saingan terberat. Setelah itu perhatikan bagaimana layanan yang mereka berikan, lalu lakukan analisis kekuatan dan kelemahan pesaing untuk mendapatkan insight baru.  

4. Mengadaptasi Teknologi Terbaru 

Di era revolusi industri 4.0, pelaku industri diajak untuk lebih dekat dengan penerapan teknologi mutakhir seperti kecerdasan buatan dan internet of things. Supaya bisa beradaptasi dengan perkembangan zaman, digitalisasi dalam proses kerja sangat diperlukan. 

Apalagi, sekarang sudah banyak software atau aplikasi yang dibuat untuk membantu pelaku usaha mengembangkan usahanya. GoBiz, contohnya.

GoBiz merupakan aplikasi usaha besutan Gojek yang akan membantu usaha Anda untuk menerima pesanan makanan secara online lewat GoFood, menerima pembayaran digital lewat GoPay, hingga mencatat laporan penjualan secara otomatis melalui GoKasir.

Tak cuma itu, Anda juga bisa memanfaatkan GoBiz PLUS, perangkat kasir pelengkap aplikasi GoBiz yang dapat mencetak struk dan menerima pembayaran nontunai (seperti QRIS dan pembayaran kartu) di satu perangkat yang sama. Klik di sini untuk tahu lebih banyak soal GoBiz PLUS, yuk!

5. Jangan Lupa Evaluasi Itu Penting

Terakhir, lakukan evaluasi secara berkala. Ingat, tidak ada usaha di luar sana yang selalu berjalan mulus. Satu dua kali pasti pernah mengalami hambatan dalam mencapai target yang diinginkan.

Lewat evaluasi usaha berkala, pelaku usaha dapat menemukan setiap kesalahan yang pernah terjadi, baik disengaja maupun tidak disengaja.  

Setelah berhasil mengidentifikasi semua hambatan, barulah Anda bisa menyusun tindakan perbaikan agar pola kerja yang baru jadi lebih produktif. 

Demikian ulasan mengenai 3 alasan mengapa perlu beradaptasi di tengah persaingan usaha yang semakin ketat beserta tips melakukannya. Jangan lupa, selalu andalkan teknologi untuk memajukan usaha, terutama GoBiz PLUS untuk mempermudah pembayaran usaha Anda. Selamat mencoba!

Apakah artikel ini bermanfaat?

Read more about:

Artikel Terkait

Tian Sen Reflexology & Acupressure Bocorkan 3 Strategi Bisnis JasaSaat Pandemi

Tian Sen Reflexology & Acupressure adalah usaha jasa yang bergerak di bidang selengkapnya

7 Strategi Promosi Produk untuk Tingkatkan Penjualan

7 Strategi Promosi Produk untuk Tingkatkan Penjualan – Strategi promosi produk selengkapnya